METODE THORIQOH MANZILAH TEKNIK PEMBELAJARAN
KITAB KUNING SISTEMATIS, APLIKATIF DAN EVISIEN
I.
Sekilas Tentang Metode Thoriqoh
Thoriqoh secara bahasa
berarti jalan kecil. Bisa diartikan cara atau metode, apabila ditambah Ta’
Marbuthoh – menurut ahli bahasa - .
Secara
istilah adalah cara yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Sedangkan
Almanzilah berarti kedudukan atau pangkat. Yang dimaksud di sini adalah
kedudukan huruf atau kata atau kalimat dalam bahasa arab. Kedua metode ini
ditemukan oleh almukarrom Drs. KH. Muhammad Muhsin bin Amir bin Ilyas pada
tahun 2007. Alm. KH. Moh. Amir Ilyas yang dikenal dengan Sang Mukasyafah atau
Waliyullah. Almarhum mantan pengasuh Pon. Pes. Annuqayah (mulai 1959-1996).
Beliau wafat pada tahun 1996 di rumah kediamannya, Guluk-Guluk Sumenep Madura dalam usia 71
tahun.
Istilah kitab kuning sering di
konotasikan oleh para pelajar atau santri Madrasah atau Pondok Pesantren kepada
sebuah kitab bertuliskan arab tak berharkat / tak berbaris (pegon:jawa),
karya para ulama tempoe doeloe yang kebanyakan di cetak di atas kertas berwarna
kuning untuk produk percetakan tertentu, baik di dalam maupun di luar negeri,
seperti percetakan yang berasal dari Indonesia, Lebanon, Bairut dan lain-lain.
Kitab kuning dikenal pula dengan
sebutan Kitab Turots/kitab salaf dalam bahasa arab atau kitab gundul (tidak
berharkat), akhir-akhir ini kurang peminatnya, hanya terbatas di kalangan
putra-putri muslim yang ingin belajar tentang Syariah Islamiyah/ajaran-ajaran
Islam secara mendalam, karena belajar membaca dan memahami kandungan kitab
kuning itu tidak mudah dan membutuhkan waktu bertahun-tahun, karena sangat erat
kaitannya dengan tata bahasa arab yang dikenal dengan nama nahwu dan shorrof.
Nahwu dan shorrof yang biasa digunakan oleh guru di Madrasah atau Pondok
Pesantren adalah Alfiyah ibnu Malik dan Al Amtsilatuttashrifiyah oleh KH.
Ma'shum, Jombang dan kitab Al Maqshud. Kitab ini terdiri dari nadzoman (syi'ir).
Dari kitab inilah, anak didik disuguhi keterangan-keterangan yang detil tentang
bentuk dan kedudukan kata dan kalimat arab yang terkandung dalam kitab-kitab
kuning tersebut yang pada akhirnya mereka bisa membaca dan memahaminya dengan
baik. Para pelajar/santri saat ini, baik di lembaga pendidikan umum atau agama,
seperti Pondok Pesantren dan Madrasah sering mengeluh sulit belajar membaca
apalagi memahami kitab-kitab kuning tersebut, yang menyebabkan mereka kurang
bahkan tidak berminat mempelajarinya hingga sempurna. Beberapa faktor yang
menyebabkan rendahnya para pelajar/santri belajar kitab kuning, di antaranya
adalah kemampuan tata bahasa arab mereka lemah, bahkan kosong sama sekali,
karena memang tidak pernah belajar dasar-dasar tata bahasa arab sama sekali. Di
samping itu, para guru/tutornya masih menggunakan metode pembelajaran yang
lama, seperti bentuk pengajian (wetonan: jawa). Cara seperti ini
akhir-akhir ini kurang bayak di minati, karena membutuhkan waktu lama. Untuk
memudahkan para pelajar/santri memahami kitab kuning tersebut, banyak di kalangan
intelektuaL dibidang ini membuat inovasi atau terobosan-terobosan baru tentang
metode membaca dan memahami secara cepat dan sistematis yang umumnya bersifat
praktikal, seperti metode Al ‘Ankabut, metode 6 jam bisa membaca, Amtsilati, Al
Manhaji termasuk juga metode Thoriqoh atau dikenal dengan sebutan MKKT. Dengan
metode Thoriqoh atau disebut juga Manzilati ini, Insya Allah dalam waktu 6 (enam)
bulan atau 4 jam x 4 hari akan bisa membaca, memahami kitab kuning dengan baik
dan hafal kaidah-kaidah nahwu dan shorrof di luar kepala hanya dengan takror
dan takror (mengulang-ulang)
Buku "Thoriqoh" ini
diterbitkan pada tahun 2007 oleh 6 tim penyusun yang diperakarsai oleh Ketua
pengurus Yayasan Al Almir di Kabupaten Sumenep, mengutamakan praktek langsung
kepada kitab kuning, dalam hal ini, kitab yang digunakan sebagai bahan praktek
adalah kitab Fathul Qorieb. Metode Thoriqoh mengkaji dari sisi i'rob
nahwu dan sighoh/bentuk kata dan kalimat shorfiyah yang tertera dalam kitab Fathul
Qorieb tersebut
Metode Thoriqoh tidak terlalu
banyak membahas teori tata bahasa yang diringi dengan pemahaman kandungannya. Untuk
itu, siswa/peserta yang bisa belajar metode ini adalah siswa yang telah
memiliki kemampuan dasar nahwu dan shorrof. Artinya, minimal mereka telah
mengenal sekilas tentang istilah-istilah yang ada dalam nahwu dan shorrof,
walaupun belum mendalam. Kalau dalam tingkat pendidikan formal adalah siswa
Tsanawiyah kelas II ke atas atau Madrasah Diniyah. Karena metode Thoriqoh ini
berbeda dengan metode-metode lainnya, maka bagi lembaga pendidikan yang
berminat menggunakan metode ini dalam pembelajaran nahwu dan shorrof-nya, harus
mendatangkan tenaga ahlinya sebagai tutor untuk memberikan diklat kader guru
pembelajaran cepat Nahwu dan Shorrof (2-3 hari) saja yang memberikan
pelatihan terkait cara mengajarkannya kepada anak didik. Dan Insya Allah bagi guru / tutor yang telah
mengikuti diklatnya, 2 - 3 hari saja akan mampu dan bisa mengajar nahwu dan
shorrof dengan metode Thoriqoh ini dengan baik. Dan tidak setiap guru / tutor
dituntut hafal kaidah-kaidah Nahwu dan shorrof tersebut. Durasi waktu belajar metode
Thoriqoh ini kepada anak didik membutuhkan minimal 4 (empat) jam setiap
harinya, dengan asumsi 45 menit per-jam yang dilakukan secara intensif
berbentuk formal. Insya Allah bila durasi waktu ini dapat dilakukan dengan
intensif dan konsisten dengan menggunakan buku pedoman yang ada, para peserta/
anak didik akan cepat bisa membaca, memahami dan hafal kaidah-kaidah nahwu dan
shorrof, seperti Alfiyah, "Imrithy, Maqshud , Nadzmu Ma'anil Huruf, AL
is'af, Fathul Khobiril Latif dan lain-lain yang menjadi referensi metode ini tanpa
dihafalkan, hanya di takror (diulang). Hal ini telah terbukti beberapa kali,
baik yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan Madrasah Aliyah maupun Pendidikan
Madrasah diniyah Al Amir yang kami asuh.
Materi ajar metode ini ada tiga
referensi, yaitu Thoriqoh Nahwiyah, Qoidah Nahwiyah, Manzilah dan Fathul Qorieb
serta Nadzmu Ma’anil Huruf. Peserta
diklat / anak didik hanya diperbolehkan memegang buku Kaidah Thoriqoh
saja selama pembelajaran berlangsung sebagai referensi dasar dalam menyebutkan
alasan atau kaidah terhadap kedudukan atau I’rob huruf atau kalimat yang ada
dalam kitab Fathul Qorieb.
Dalam kitab Kaidah Thoriqoh yang
telah dirancang secara sistematis dan disesuaikan dengan kitab Thoriqoh
Nahwiyah, maka dalam penggunaannya, seorang siswa pertama-pertama harus membuka
kitab Fathul Qorieb. Kemudian menentukan kekdudukan atau I’rob kata perkata
atau kalimat sambil menyebutkan alasan dan kaidahnya yang tertulis dalam Kaidah
Thoriqoh. Nomor dibagian kiri dalam Kitab Kaidah Thoriqoh adalah petunjuk bahwa
kaidah kedudukan atau I’rob suatu huruf atau kalimat yang tertera dalam
Thoriqoh Nahwiyah. Misalnya ada suatu kata atau kalimat berkedudukan sebagai
Fa’il, maka kaidahnya terdapat di halaman 7 nomor 3 (dilihat dan dibaca
bersama-sama), begitu seterusnya.
Metode
Thoriqoh atau dikenal dengan MKKT lebih fokus pada praktek membaca dan memahami
kitab kuning (kitab salaf). Sifat atau motto dari metode ini adalah
Sistematis, Aplikatif dan Evisien ( SAE ). Disebut Sistematis, karena metode
ini disusun dengan cara mengkaji rahasia kalimat-kalimat bahasa arab bahkan
huruf-hurufnya berdasarkan kaidah-kaidah nahwiyah dan shorfiyah. Disebut
Aplikatif, karena fakus pada praktik ketimbang teori. Disebut Evisien, karena
waktu pembelajrannya tidak terlalu lama, mereka bisa membaca, memahami dan
hafal kaidah-kaidah Nahwu dan shorrof dengan baik.
Seorang
siswa atau peserta diklat bisa dikatakan sukses belajar kitab kuning / kitab kuning,
apabila telah mampu menjawab 3 (tiga) macam
pertanyaa:
1. Apa ?
2. Mengapa ?
3. Bagaimana Kaidahnya ?
Tiga pertanyaan ini adalah ciri khas
pembelajaran metode Thoriqoh.
Yang
dimaksud dengan APA ialah :
1.
Apa maknanya kalimat ….. ?
2.
Apa kedudukan dan i’robya kalimat atau huruf ?
Yang
dimaksud dengan MENGAPA ialah
1. Mengapa
dibaca begitu ? Mempertanyakan alasannya, bukan kaidahnya.
Yang
dimaksud dengan BAGAIMANA ialah :
1.
Bagaimana Kaidahnya ?
2.
Bagaimana maksud ibaratnya ?
Sedangkan
ciri khas yang lain dari metode Thoriqoh, setiap siswa di dalam mengi’rob suatu
kalimat, harus menggunakan : HURUF AKHIRNYA …. , ADALAH dan KAIDAHNYA.
Seorang
siswa atau tutor menggunakan kata : HURUF AKHIRNYA, apabila kalimat yang di i’rob adalah mu’rob. Bila mabni, umumnya
menggunakan ADALAH. Sedangkan kata KAIDAHNYA, diucapkan oleh tutor atau siswa
ketika akan membacakan kaidah nahwiyah atau shorfiyah dengan menyebutkan sumber
pengambilannya.
Materi
Toriqoh terdiri dari 4 macam, yaitu :
1. Thoriqh Nahwiyah
2. Thoriqoh Shorfiyah
3. Kaidah Thoriqoh (berupa kumpulan
kaidah-kaidah Nahwu dan shorrof dari
berbagai referensi)
4. Fathul Qoriebil Mujieb (Referensi
Pokok)
Dan sebagai pendampingnya adalah kitab
MANZILAH yang pembahasannya lebih rinci ketimbang Thoriqoh Nahwiyah.
Seorang
tutor tidak harus menguasai/hafal isi atau kaidah-kaidah dari materi-materi
tersebut di atas, tapi cukup menguasai cara-cara mengajarnya dengan baik.
II. Teknik Mengajar Metode Thoriqoh
1.
Dalam pembelajaran praktek metode
Thoriqoh, seorang guru atau tutor, hendaknya menulis kaidah-kaidah nahwu dan
shorrof yang bersumber dari materi-materi tersebut di papan tulis sesuai
kebutuhan dari materi yang akan diajarkan ketika itu.
2.
Tutor menerangkan makna dan maksud
kaidah-kaidah tersebut dengan jelas dan detil dengan menyebutkan sumber
pengambilannya, kemudian dibaca bersama-sama secara takror
3.
Siswa / peserta membuka kitab Fathul
Qorieb, kemudian tutor mengajarkan i’rob kata perkata beserta kaidahnya
terhadap teks yang diajarkan ketika itu dengan menggunakan 3 (tiga) kata
tersebut di atas.
Untuk
lebih jelasnya, silakan praktekkan sekarang juga !
من خصائص منهج "طريقـة"
التكرار
Catatan :
Bila
Ustadz dan Ustadzah berminat untuk menggunakan metode Thoriqoh – Manzilah atau
MKKT sebagai referensi Nahwu dan Shorrof
yang diajarkan kepada anak didik dalam bentuk Diklat, minimal 4 -7
bulan, maka perlu mengkader beberapa guru atau sebagai kader tutor MKKT (2-3 hari)
saja agar mengetahui teknik mengajarkannya. Dan kami 2 (dua) orang dari tim
penyusun MKKT siap memberikan presentasi kepada
mereka, bila dibutuhkan. Hubungi kami di : 081999910077
atau Email: muhsinamir14@gmail.com. Terkait dengan metode ini,
dapat Ustadz/ustadzah baca website kami: www.coretan-pena.weebly.com atau: teknikbacakitabcepat.blogspot.com. atau : https://alamirfoundations.wordpress.com/2014/09/06/149/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar